A.
LATAR BELAKANG
Mesopotamia di yakini oleh para ahli
sejarawan sebagai peradaban yang pertama dan ssebagai pembentuk suatu system
serta pengetahuan. Kawasaan di lembah sungai Eufrat dan Tigris di bagi secara
alami menjadi dua kawasaan yaitu Mesopotamia atas dan Mesopotamia bawah
(Babilonia) Kedua kawasaan tersebut yang menjadi awal mula munculnya suatu
peradaban (sosial-budaya) dan munculnya suatu system kepemerintahaan (politik),
serta munculnya suatu system kepercayaan (agama).
Mesopotamia
menjadi pusat akulturasi terbesar yang pernah ada karena telah terjadi migrasi
besar ke arah Mesopotamia dari berbagai arah seperti Arabia dan Mesir.
Mesopotamia mengalami pertumbuhan kebudayaan
yang melahirkan banyak perkampungan kemudian berubah menjadi kota-kota kecil
disepanjang Mesopotamia seperti Erech, Eridu, Lagash, Ur, Nippur dan yang
lainnya, ada yang menyebutkan sekitar
abad 3500 SM dan ada juga yang berpendapat sekitar 4000 tahun SM.
B.
RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas dapat diperoleh rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Apa
yang dimaksud dengan Peradaban Mesopotamia?
2. Kondisi
sosial-budaya seperti apa yang ada pada Perdaban Mesopotamia?
3. Bagaimana
sistem pemerintahan pada Perdaban Mesopotamia?
4. Apa
saja kepercayaan yang ada pada Peradaban Mesopotamia?
C.
TUJUAN
Tujuan
yang kami ingin peroleh dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk
mengetahui sejarah Peradaban Mesopotamia.
2. Untuk
mengetahui sosial-budaya yang ada pada Peradaban mesopotamia.
3. Untuk
mengetahui sistem pemerintahan pada Peradaban Mesopotamia.
4. Untuk
mengetahui kepercayaan yang ada pada Peradaban Mesopotamia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
SEJARAH
SINGKAT PERADABAN MESOPOTAMIA
Mesopotamia berasal dari bahasa
Yunani dari kata “Mesos (Tengah)” dan Patmos (Sungai), yang artinya “daerah
diantara sungai-sungai”. Sungai yang dimaksud adalah sungai Trigis dan sungai
Eufrat.
Kawasaan di lembah sungai Eufrat dan
Tigris di bagi secara alami menjadi dua kawasaan yaitu Mesopotamia atas dan
Mesopotamia bawah (Babilonia). Pada zaman dahulu Mesopotamia atas memiliki dua
pusat peradaban utama, satu berada diwilayah Eufrat atas dan pusat yang lama
terletak dimuara Zab (sungai Tigris atas). Mesopotamia bawah yang merupakan
situs bangsa Sumeria dan Akkadia, secara alami juga terbagi menjadi bagian utara
dan selatan. Bagian utara terpusat disekitar Babillon, sedang bagian selatan
terpusat di kota-kota Sumeria seperti Lama, Esidu, dan Ur. Bangsa ini hidup
pada 4000 SM dan dapat bertahan dengan melakukan irigasi.
Dilihat
dari kondisi Geografi disebelah Utara Mesopotamia dibatasi oleh bukit-bukit,
gunung-gunung batu, dan area pertanian. Sedangkan disebelah Selatan Mesopotamia
dihiasi dengan rawa yang luas dan tanah tandus
Tahun
3500 SM – 600 SM di wilayah Irak khusunya lembah sungai Trigis berdiri beberapa
kerajaan besar yang membangun peradaban dunia paling awal, seperti Sumeria,
Akkad, Assyiria dan Babilonia.
Tahun
539 SM wilayah ini (Mesopotamia) dikuasai kerajaan Persia setelah mengalahkan
Babilonia Baru.
Tahun
331 SM Iskandar Agung (Iskandar Dzulkarnain/Alexander The Great) mengusir
bangsa Persia yang kemudian pemerintahan Yunani berkuasa di wilayah ini (Orang
Yunani menyebutnya Mesopotamia).
Tahun
115 SM wilayah itu menjadi bagian dari kekaisaran Roma selama 500 tahun.
Kemudian sebagian daerahnya dikuasai Persia daerah lain tetap dikuasai roma
hingga datangnya Islam.
Daerah Mesopotamia ini, sekarang lebih dikenal dengan Republik
Irak. Dikawasaan Mesopotamia ini, terdapat berbagai macam bangsa (suku).
B.
BANGSA-BANGSA YANG PERNAH BERKUASA
1. Bangsa Sumeria
Bangsa Sumeria merupakan bangsa pribumi Mesopotamia mereka
telah ada sejak 5000 SM, peradaban Sumeria berhasil kepada titik puncak pada
tahun 2000 SM sekaligus abad kehancurannya, pada fase berikutnya Bangsa Sumeria
bercampur baur dengan peradaban yang datang kemudian ke Mesopotamia semisal
Akkadia, Babylonia (amori) dan Asyyiria.
Bangsa
Sumeria terkenal akan kemampuannya dalam bidang agraris dan ternak hewan,
selain itu mereka mampu menciptakan teknik penulisan “paku” sekitar
tahun 3000 SM.
Mereka menggunakan ± 350 tanda gambar, setiap gambar merupakan satu suku kata.
Huruf-huruf itu dituliskan pada papan tanah liat yang digoresi/ditulisi
menggunakan karang yang keras dan berujung tajam. Mereka pun ahli dalam masalah ukiran kayu.
Bangsa Sumeria mendirikan kota-kota,
antara lain adalah kota Ur dan Sumer. Dimana pusat pemerintahan pada saat itu
berada di kota Ur (kota tertua pada masa bangsa Sumeria). Raja yang memerintah
adalah Ur Nanseh (2500SM) setelah itu Raja Gudea (2400SM). Selama kurang lebih
500 tahun bangsa sumeria mengalami beberapa tragedi perebutan kekuasaan,
akhirnya bangsa itu lemah dalam hal persatuan. Dalam kelemahan itu, bangsa
Akkadia dipimpin oleh Raja Sargon melakukan penyerangan dan berhasil menaklukan
sumeria pada tahun kurang lebih 2000 SM.
2.
Bangsa Akkadia
Setelah
berhasil merebut kekuasaan dari Sumeria, bangsa Akkadia menjadi penguasa di
Mesopotamia. Bangsa Akkadia adalah
bangsa semit yang berimigrasi dari Jazirah Arab ke wilayah Irak Tengah (Akkad)
pada millennium ke-3 SM, masa keemasan Dinasti Sumeria berakhir dengan
penyatuan wilayah kerajaan-kerajaan tersebut dalam satu kesatuan dibawah
kekuasaan Raja Kish yang dikenal dengan masa Lugalzagezi. Seperempat abad
setelah itu Munculah King Sargon (Shargoni-Shar-Ali), raja pertama dari Imperium
Akkadia. Ia mendirikan sebuah kota yang bernama Akkadah sekaligus menjadikannya
Ibu Kota dari Mesopotamia.
Pada masa
pemerintahan bangsa Akkadia, sebagian kebudayaannya diambil dari kebudayaan
bangsa Sumeria. Maka muncullah sebuah istilah Summer-Akkad berbahasa Semit. Namun secara teori peradaban Akkadia
banyak dipengaruhi oleh peradaban Sumeria seperti perhitungan kalender tahunan
berdasarkan bulan, hitungan bilangan, timbangan, jarak dan lainnya, bahkan
bangsa Akkadia mampu membuat alat-alat dari bahan tembaga dan merakit kendaraan
perang. Bangsa Akkadia tidak pernah mengenal tulisan, karena mereka terbiasa
dengan tradisi oral (percakapan) akan tetapi lambat laun mereka mulai mengerti
akan pentingnya sebuah aksara untuk menulis bahasa mereka yaitu Bahasa Arami.
Selama kurang lebih 400 tahun
berkuasa di Mesopotamia, akhirnya kekuasaan Akkadia berhasil ditaklukkan oleh
bangsa Amorit (dari syiria sekarang), yang bergerak masuk ke wilayah
Mesopotamia melalui arah barat daya kemudian menyeberangi sungai Eufrat dan
melakukan penyerangan.
3. Bangsa Babilonia
Ketika bangsa Amorit ( salah satu
dari Rumpun suku bangsa Haimiah) menaklukkan bangsa Akkadia. Sejarawan
mengatakan bahwa kerajaan babilonia didirikan oleh bangsa Amorit. Kata
babilonia berasal dari kata “Babilu” yang artinya ( Gerbang Menuju
Tuhan).
Sekitar
tahun 1800 SM, kerajaan Babilonia diperintahkan oleh seseorang yang bernama
Hammurabi. Serangan yang datang dari bangsa Hittite telah memperlemah keadaan
(1600 SM). Serangan itu terjadi pada masa pemerintahan Samsu Iluna (putera
Hammurabi) pada 1595 SM, raja Mursilis memimpin penyerangan terhadap kerajaan
Babillonia lama dan menguasainya serta membuat keadaan dalam abad gelap selama
150 tahun.
4. Bangsa Assyria
Babilonia
ditaklukkan oleh bangsa Assyria. Bangsa
Assyira adalah bangsa semit yang hijrah dari semenanjung Arab pada millennium
ke-3 SM dan menetap disebuah tempat yang dikenal dengan (benteng Sharqat atau
Asyur) diwilayah timur Laut Mesopotamia. Pada Masa Akkadia, Assyiria merupakan
sektor politik dan kebudayaan Akkadia, barulah pada millennium ke-2 SM bangsa
Assyria tampil sebagai kekuatan politik terbukti ketika mereka barhasil
menundukkan bangsa Mitanni, Hitties, Alcahien. Mereka membangun kota
yaitu kota Asshur dan kota Niniveh yang dijadikan ibu kota dari kekuasaan
bangsa Asyria. Kekuasaan ini disebut dengan corak militer. Hal ini dikarenakan
Bangsa ini telah menaklukkan daerah-daerah disekitar.
Shalmaneser I adalah orang pertama yang mendirikan Negara
Assyria (1206-1280 SM) putranya, Tukulti-Ninurta I, termasuk salah satu raja
Assyiria yang paling terkemuka terutama ketika memerangi Babylon. Imperium
Assyiria mencapai puncaknya selama pemerintahan Sargon II. Bangsa Assyiria
dikenal sebagai bangsa yang pandai membuat kendaran, tank, dan berbagai alat
pendobrak, selain itu gaya arsitektur Assyiria memiliki ciri khas tersendiri
dan sangat Indah.
Lambat
laun kerajaan Assyria lemah dan kelemahannya itu diketahui oleh bangsa Chaldea
yang berkembang didaerah Mesopotamia selatan. Bangsa ini menyerang kerajaan
Assyria. Pada tahun 612 SM, ibu kota Niniveh berhasil dikuasai sehingga
mengakibatkan runtuhnya kerajaan Assyria.
5. Bangsa Babilonia baru
Setelah
Babilonia berhasil merebut kekuasaanya kembali dari Asyria dibawah pimpinan
Raja Nebukhadnezer (Bukkhtanasar). Kini babilonia menjadi pusat pemerintahan
dan kebudayaan lagi. Kerajaan ini disebut dengan Babilonia Baru karena Raja
Nebukhadnezer membangun kembali babilonia sehingga menjadi pusat pemerintahan
kembali dan di sebut dengan Babilonia Baru.
Namun kekuasaan
politik babilonia ke dua ini tidak bertahan lama, sepeninggalan Raja
Nebukhadnezer wilayah ini ditaklukkan oleh Sirus Agung dari Persia.
Tabel Peradaban :
Keterangan
|
Sumeria
|
Akkadia
|
Babilonia
|
Asyiria
|
Babilonia Baru
|
Masa
Awal Pemerintahan
|
3000 SM
|
2800 SM
|
2000 SM
|
1200 SM
|
612 SM
|
Ibu Kota
|
Ur
|
Akkadah
|
Babilon
|
Niniveh
|
Babilon
|
Raja
Terkenal
|
UrNashe
|
Sargon
|
Hammurabi
|
Arsubani-Pal
|
Nebukad-Nezan
|
Peninggalan
|
Ziggurat,
Tulisan paku
|
Budaya
Sumer-Akkad
|
Hukum
hammurabi
|
Lempeng
tanah liat berisi ilmu
|
Taman
gantung, Menara bibel
|
Sebab
Keruntuhan
|
Akkadia
|
Babilonia
|
Asyiria
|
Babilonia
Baru
|
Persia
|
C.
BABILONIA
a.
Sejarah Babilonia
Babilon dalam bahasa Akkadia disebut “Babilani”
artinya “the Gate of God” (Gerbang Tuhan/Dewa), namun pada kenyataannya Babilon
berasal dari bahasa Yunani bentuk dari istilah yahudi yaitu “Babel” yang
sekaligus menjadi ibukota babilonia. Disebelah utara babilon berbatasan dengan
Assyria, di sebelah Timur ada Elam, bagian Selatan berbatasan dengan Gurun Arab
dan di bagian Tenggara berbatasan dengan Teluk Persia.
Penduduk asli babilonia berasal dari bangsa
Amori yaitu rumpun ras semit yang berimigrasi dari Jazirah Arab pada millennium
ke-3 SM kemudian mereka menetap di wilayah yang dikenal dengan daerah Mari yang
sebelumnya dikuasai oleh bangsa Sumeria dan Akkadia. Lambat laun bangsa Amori
mulai menggerogoti imperium Akkadia dan berhasil mendirikan sebuah kota yang
diberi nama Babylon, sekaligus ibu kota dari bangsa Amori, Sosok Samuabi sering
disebut-sebut sebagi pendiri pertama Dinasti Amori pada tahun 1830 SM.
Ada tiga periode dalam masa perkembangan dan
peradaban Babylon yaitu :
1.
The Old Babylonian Periode
(2000-1595 BC)
2.
Midle Babylonian Periode
(1595-1000 BC)
3.
Neo Babylonian Periode
(1000-539 BC)
b.
Perkembangannya
Kehidupan dan peradaban bangsa Amori yang
menjadi Cikal bangsa Babylon sangatlah berbeda dengan pola peradaban bangsa
Mesopotamia lainnya, bangsa Amori mampu menciptakan sebuah model
civil-peradaban baru hingga mencapai puncaknya pada masa Raja Amori yang
terkenal yaitu Hammurabi (1728-1686).
Pada masa pemerintahan Hamurabi, Babylon sangat
dikenal oleh bangsa lain karena kekuatan ekspansi-militernya, Hamurabi berhasil
menghalau orang-orang Elam (Iran) dan menguasai wilayah pegunungan diarah Utara
dan Timur laut Mesopotamia. Tidak hanya itu Hamurabi terus berupaya memperkuat
kekuasaannya dengan cara beraliansi dengan bangsa-bangsa kuat lainnya, dibidang
pemerintahan ia pun membuat model Undang-undang yang mengatur tata kehidupan
masyarakat dan kerajaan yang dikenal dengan istilah “Codex Hammurabi”. Disisi
lain kuil-kuil tempat penyembahan pun dibangun oleh hamurabi, kesejahteraan
para pendeta dan ahli agama juga turut menjadi perhatiannya.
Sepeninggal kekuasaan Hamurabi, Babylonia
semakin melemah hingga pada akhirnya Bangsa Hitties yang berasal dari Asia
kecil dan utara Syiria menyerang Babylon dan menaklukannya namun mereka kembali
lagi ke Negara asalnya, namun malangnya
Babylon mendapat serangan kedua dari bangsa Khaskhi yang berasal dari
pegunungan timur laut Mesopotamia sekitar tahun 1550 SM dan berhasil
dikuasainya.
Setelah beradab-abad lamanya Babylon mengalami
kekalahan dan dikuasai oleh bangsa Khaskhi, bangsa Assyiria dan Elam, akan
tetapi ada saatnya dimana bangsa Babylon yang berasal dari suku Kaldan bangkit
dan memberontak pemerintahan yang ada, saat itu bangsa Assyiria yang telah
berkuasa. Gubernur Babylon Nabopolassar memanfaatkan kelengahan bangsa Assyiria
paska kematian Raja mereka Ashurbanipal (Asshur-bel-nisheshu) sehingga berhasil
merebut Babylon pada tahun 622 SM.
Pemerintahan Nabopolassar cukup mengesankan
dimata Bangsa Babylonia karena berhasil memukul mundur dan menguasai Bangsa
Assyiria dan Syiria berkat upaya aliansinya dengan bangsa Media, akan tetapi
Masa Pemerintahan yang dianggap paling gemilang adalah periode kekuasaan
Nebukadnezar putra dari Nabopolassar.
Sepeniggal Nebukadnezar Babylon dipegang oleh
Amel Marduk anak dari Nebukadnezar, namun sayangnya Marduk
terlalu lemah dalam memimpin sehingga Babylon jatuh ketangan Yahudi
hingga akhirnya Babylon berhasil ditaklukan oleh Bangsa Persia.
D.
SOSIAL-BUDAYA,
POLITIK, DAN KEPERCAYAAN PERADABAN MESOPOTAMIA
1. Kepercayaan
(Agama)
Bangsa Sumeria adalah bangsa yang
merintis peradaban Mesopotamia. Maka, kepercayaan yang dianut bangsa ini pun
menjadi sebuah dasar dari kepercayaan-kepercayaan bangsa yang menguasai
Mesopotamia lainnya. Bangsa ini menganut kepercayaan politeisme atau mempercayai
adanya banyak dewa.
Pertama
kali bangsa Sumeria masuk ke wilayah Mesopotamia, mereka sudah memiliki system
kepercayaan. Yang mana bangsa Sumeria sudah menyebah para Dewa (Politheisme).
Hingga bangsa Babilonia semasa kejayaannya mengadopsi kepercayaan tersebut.
System dari peradaban Mesopotamia yang dianut yaitu, ketika suatu Imperial
menguasai wilayah Mesopotamia maka seluruh Imperial atau bangsa yang lain harus
mengikuti apa yangn di perintah oleh Raja dari Imperial tertinggi, baik itu
mengenai system kepemerintahan maupun system keyakinan.
Bangsa
Babilonia sejak masa purbanya sampai pada masa perkembangannya menganut faham
keTuhanan yang Politeistik. Sekalipun faham ini cukup lama di anut bangsa Babilonia,
tetapi bangsa itu tidak mmpu merubah faham dan kepercayaannya. Dewa pertama
atau dewa tertinggi adalah dewa Marduk. Selain itu ada dewa-dewa alam yang
mereka sembah yakni:
1. Enlil (Dewa Bumi)
4. Sin (Dewa Bulan)
2. Ea
(Dewa Air)
5. Samas (Dewa matahari)
3. Anu (Dewa
Langit) 6. Ereskigal (Dewa
Kematian)
Di
jelaskan pula, bahwa masyarakat Mesopotamia harus selalu memenuhi kewajibannya
kepada Dewa, yaitu:
1. Memberikan Dewa Rumah ( kuil )
2. Patung dewa harus berpakaian mahal
3. Harus mengelolah tanah dan memasak
untuk para Dewa dari jagung dan buah-buahan yang dittanam di tanah kuil dan
kebun.
4. Harus merayakan Festival untuk
menyengakan para dewa
Salah satu kepercayaan agama Sumeria
adalah bahwa kehidupan dibumi adalah kehidupan hakiki, tidak ada kebahagiaan
dan kesenangan setelah dibumi. Sementara kehidupan kedua mirip dengan kematian
sekalipun bukan kematian yang sebenarnya, kehidupan tersebut adalah tempat
kembali setiap manusia, tidak ada perbedaan antara yang baik dengan yang jahat
siapapun tidak dapat mengelak hal itu, kecuali Dewa.
Kepercayaan
bangsa Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh masyarakat yang tinggal di
daerah Mesopotamia. Tetapi ketika bangsa Persia menguasai daerah Mesopotamia,
berkembanglah ajaran agama Persia. Kitab Suci Awesta ini merupakan firman-dewa
dengan perantara nabi diturunkan kepada bangsa Persia.
2. Pemerintahan
(Politik)
Sejak
peradaban Mesopotamia berkembang, banyak terjadi persaingan atau perebutan
kekuasaan, yang mana tejadi konflik internal antar bangsa (rumpun). Mulai dari
pemimpin kekuasaan bangsa Sumeria, terus dikalahkan oleh bangsa Akkadia,
dan setelah Akkadia berkuasa, terkalahkan oleh bangsa Babilonia. Namun ketika
Babilonia kehilanggan pemimpin yang kuat, maka terkalahkan oleh bangsa Asyri,
tak lama akhirnya Babilonia mampu untuk menguasai Mesopotamia kembali dengan
sedikit perubahan nama menjadi Babilonia Baru. Masa kejayaan bangsa Babilonia
yaitu pada masa kepemimpinan Raja Hamurabbi. Selain sebagai raja, Hamurabbi
juga seorang pemimpin agama masyarakat Babilonia. Ia senantiasa memerintahkan
kaumnya untuk menaati aturan yang telah ditetapkan demi berjalannya roda kehidupan
danpemerintahan.
Sejak
awal pemerintahannya, Hammurrabbi telah memeperkenalkan sistem hukuman dalam
kehidupan masyarakat yang peraturannya didasarkan pada nilai-nilai tradisional.
Hukum tersebut lebih dikenal sebagai hukum Hammurrabbi yang ditulis pada prasasti batu yang tingginya
kurang lebih 2,5 meter dan ditempatkan ditengah-tengah ibu kota Babilonia.Hukum
tersebut merupakan hokum tertulis pertama di dunia. Kitab Undang-Undang
Hammurabi ini sebagai "sebuah monumen kebijaksanaan dan keadilan”.
Dalam
hukum itu tertulis tentang peraturan-peraturan yang menyangkut bidang
pertanian, perdagangan, agama, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Hukum itu
terdiri dari 300 pokok UU. Pada setiap bagian tercantum
jenis-jenis pelanggaran dan hukumannya. Hukum tersebut dijalankan dengan tegas
dan keras sehingga tercipta suatu keadaan yang aman.
Hukum
Hammurabi menggambarkan tentang struktur ideal masyarakat Babilonia Lama. Diatas adalah raja, yang merupakan penguasa segala
sesuatu dikerajaannya. Kemudian dibawahnya terdapat tiga kelas sosial, awilum
(bangsawan), mushkenum (rakyat biasa), dan wardum (budak).
Kesemuanya memiliki tingkatan hukum yang berbeda menurut tingkat masyarakat
yang ada.
3. Masyarakat
(Sosial-Budaya)
Daerah
daerah di sekitar daerah Mesoptamia didiami oleh bangsa –bangsa yang termasuk
rumpun bangsa semit. Kehidupannya bersifat seminomadik. Mereka Hidup dari
beternak dan berdagang, namun setelah mendapat tanah–tanah yang subur, mereka
mulai hidup dari hasil pertanian (sudah mengenal sistem irigasi). Para pedagang
dapat melakukan aktivitas perdagangannya melalui sungai Eufrat dan Tigris.
Kira
kira tahun 3000 SM, daerah Mesopotamia didiami oleh bangsa Sumeria. Orang–orang
Mesopotamia Lebih banyak bertempat tinggal pada kota kota besar dan juga pada
ibu kotanya yang bernama Uruk (Ur). Bangsa Sumeria
telah mengenal ilmu hitung, lingkaran 360 derajat, dan bangunan dari tanah liat
yang dikeringkan dengan panas matahari.
Daerah ini (Mesopotamia) juga merupakan
lalu lintas perdagangan yang strategis antara Laut Tengah dan Sungai Shindu.
Dengan demikian aktivitas perdagangan di Mesopotamia sangat ramai. Begitu pula
sistem pertanian dijalankan dengan baik dan sudah terdapat irigasi yang
teratur, hasil utamanya yaitu gandum dan kapas.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Mesopotamia merupakan peradaban
pertama di dunia. Yang mana wilayah ini memiliki lima imperial :
1. Sumeria, bangsa yang pertama kali memasuki dan menakhlukkan wilayah
Mesopotamia. Masa ini sudah mempunyai tatanan kepemerintahan yang terkoordinir,
masyarakat yang hidup dengan cara bertani, dan sudah mengenal tulisan. Tulisan
dari bangsa Sumeria disebut dengan “Tulisan
Paku”.
2. Akkadia, bangsa yang telah mengalahkan kekuasaan bangsa Sumeria dan
mengadopsi budaya bangsa Sumeria, sehingga muncullah kebudayaan baru yakni “Sumer Akkad” yang berbahasa Semit.
3. Babilonia, masa puncak kejayaan Babilonia yaitu pada masa Raja
Hammurabi. Hammurabi yang pertama kali mencetuskan sebuah Undang-Undang yang
mengatur tatanan hidup masyarakat pada waktu itu atau “Codex Hammurabi”.
4. Asyiria, pada
millennium ke-2 SM bangsa Assyria tampil sebagai kekuatan politik terbukti
ketika mereka barhasil menundukkan bangsa Mitanni, Hitties, Alcahien.
Tukulti-Ninurta I, termasuk salah satu raja Assyiria yang paling terkemuka
terutama ketika memerangi Babylon. Namun ketika bangsa Asyiria lengah, Babilonia
mudah untuk merebut dan menguasai wilayah Mesopotamia kembali. Namun bukan lagi
disebut dengan Imperial Babilonia melainkan “Babilonia Baru”.
Wilayah
Mesopotamia berkembang dengan maju. Hingga mampu untuk menciptakan suatu
tatanan masyarakat yang terkondisirkan. Kepercayaan yang dianut yaitu
politeisme, mempercayai Dewa-Dewa, namun di balik itu ada dewa yang
tertinggi yaitu “Dewa Marduk” atau Dewa Matahari.
Peninggalan
dari peradaban ini sebagian masih ada dan terlestarikan, sebagian juga ada yang
mengalami evolusi sesuai dengan perkembangan zaman. Tak bisa di pungkiri lagi
bahwa ilmu yang telah kita dapat adalah evolusi dari pemikiran dan kerja keras
masyarakat peradaban. Yakni munculnya pengetahuan berasal dari peradaban
Mesopotamia.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
1. Anggoro_131314016:
Mengenai sistem strata sosial yang ada di peradaban Mesopotamia, apa saja
hak-hak yang bisa di dapat dari orang-orang yang berada di masing-masing kelas
sosial.
Jawaban:
Strata sosial di Mesopotamia terbagi menjadi tiga dengan raja yang merupakan
penguasa segala sesuatu di kerajaan di atas ketiga kelas sosial tersebut. Tiga
kelas sosial itu antara lain,
a. Awilum
(bangsawan): Hak yang di dapat dari kelas sosial ini adalah mendapatkan
sebagian hasil dari sewa tanah yang diberikan oleh kaum petani. Kaum bangsawan
memiliki hak untuk mendapatkan sebagian hasil pertanian. Mereka juga mempunyai
hak untuk mendapatkan lahan/tanah.
b. Mushkenum
(rakyat biasa): Hak yang di dapat dari kelas sosial ini adalah, karena sebagian
rakyat dikelas ini adalah petani, mereka memiliki hak untuk mendapatkan lahan
persawahan. Walaupun nantinya mereka tetap harus menyetorkan sebagian hasilnya
kepada tuan-tuan tanahnya (kaum bangsawan). Jadi, mereka mempunyai hak untuk
bekerja yang selayaknya.
c. Wardum
(budak): Hak yang di dapat dari kelas sosial ini sebetulnya mungkin tidak ada,
karena kaum budak dianggap sebagai kaum rendahan. Mungkin mereka memiliki hak
untuk hidup. Bisa dikatakan mereka tidak memiliki hak, yang mereka miliki
adalah kewajiban.
2. Irene_:
Sebutkan apa saja ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang terdapat di
peradaban Mesopotamia, dan perkembangan IPTEK tersebut.
Jawaban: Bangsa
Sumeria telah membangun kota dengan tata kota yang rapi dan tiap bangunan
menggunakan model Zigurat. Selain itu, bangsa Sumeria sangat terampil
dalam pengolahan logam untuk dibuat peralatan pembuatan senjata. Bangsa Sumeria
telah mengenal ilmu hitung, lingkaran 360 derajat, dan bangunan dari tanah liat
yang dikeringkan dengan panas matahari. Bangsa Assyria pada masa Ashru Bhanifal
telah membuat perpustakaan tertua di dunia. Dibangunnya perpustakaan merupakan
suatu ciri kepedulian seorang pemimpin akan pentingnya ilmu pengetahuan. Begitu
juga Bangsa Khaldea pada masa kerajaan Babylonia Baru berhasil membangun taman
Gantung dan juga menara Bibel. Perkembangannya secara turun temurun diwariskan
kepada generasi selanjutnya. Dan kemungkinan juga diadopsi oleh bangsa-bangsa
yang pernah berkuasa di Mesopotamia.
3. Vinsensia_131314031:
Faktor apa saja yang membuat kebudayaan di peradaban Mesopotamia dapat maju dan
bertahan.
Jawaban: Faktor
yang mempengaruhi kebudayaan Mesopotamia dapat maju adalah adanya persatuan
untuk menjaga dan mewarisi kebudayaan mereka secara turun temurun dari generasi
ke generasi. Selain faktor internal, ada juga faktor eksternal yaitu karena
peradaban Mesopotamia ada di antara sungai Eufrat dan Tigris yang membuat
daerah tersebut menjadi subur dan kaya.
4. Anton_:
Apa sajakah isi dari hukum Hammurabi.
Jawaban: Piagam
Hammurabi (Codex Hammurabi). Piagam ini merupakan sebuah prasasti batu
yang telah diratakan, tingginya 2 meter dan lebarnya 70 cm, dan di
permukaannya, dengan huruf paku, ditulislah tak kurang dari 282 bulir Hukum
Hammurabi (Code of Hammurabi). Isi hukum tersebut antara lain,
14.
Barang siapa yang menculik seorang anak, ia harus dihukum mati.
55.
Barang siapa yang membuat parit untuk mengairi ladangnya, tetapi dia ceroboh
dan mengakibatkan ladang tetangganya kebanjiran, maka ia harus membayar ganti
rugi panen yang hilang dari tetangganya itu.
229.
Jika seorang tukang bangunan membangunkan seseorang baginya sebuah rumah yang
ternyata tidak aman, dan rumah itu roboh hingga mengakibatkan kematian bagi
penghuninya, maka ia akan dihukum mati.
230.
Jika yang mati adalah anak dari si penghuni, maka anak si tukang bangunan yang
akan dihukum mati.
235.
Jika seorang tukang kapal membuatkan seseorang baginya sebuah kapal yang
ternyata tidak aman, dan dalam pelayarannya di tahun pertama kapal itu
mengalami kerusakan, maka si tukang kapal harus memperbaiki kapal tersebut,
dan, dengan biaya sendiri, membuatnya lebih kuat, atau memberikan kapal yang
kuat kepada orang tersebut.
Inti dari hukum Hammurabi di atas adalah “An eye for an eye, a tooth
for a tooth.”
Saat
ini, Piagam Hammurabi telah disimpan dan dipamerkan untuk khalayak ramai di Museum
Louvre di Paris, Perancis.
5. Alrasyid_131314036:
Apa sajakah pengaruh peradaban Mesopotamia bagi peradaban bangsa Indonesia
(Nusantara).
Jawaban: Menurut
sumber yang kami dapat, peradaban bangsa Indonesia yang terpengaruh oleh
peradaban Mesopotamia antara lain,
a. Kepercayaan pada singa jadi-jadian
dan serigala jadi-jadian berasal dari kepercayaan bangsa Assyria.
b. Islam yang datang ke Indonesia
diperkirakan dipengaruhi oleh budaya Persia. Teori ini disampaikan oleh Oemar
Amin Husein dan Husen Joyodiningrat yang menyodorkan bukti: 1) di
Persia terdapat suku yang bernama Leran, dan di Gresik terdapat suatu kampung
yang bernama Leran, maka diperkirakan suku Leran pernah datang dan menyebarkan
Islam di Indonesia; 2) di Persia terdapat suku Jawi, suku Jawi datang ke
Indonesia dan mengajarkan huruf Pegon yang banyak terdapat di Jawa; 3) adanya
istilah jabar dan jeer dari bahasa Iran; 4) adanya upacara Tabut
di Minangkabau untuk memperingati wafatnya Hasan dan Husein. Istilah Tabut
digunakan di Iran untuk menyebut bulan Muharam. Di Indonesia pun berkembang
paham Islam Syiah yang merupakan pengaruh dari Persia atau Iran dan Irak
sekarang.
c. Sistem membangun tata kota dan
ziggurat pun bisa jadi mempengaruhi peradaban di Indonesia. (Ziggurat dan
beberapa candi di Indonesia ada kemiripan).
6. Brian_131314025:
Mengapa antar bangsa yang ada di wilayah Mesopotamia saling berebut kekuasaan
(wilayah Mesopotamia), hingga muncul lima imperial kekuasaan.
Jawaban: Perebutan
wilayah di Mesopotamia oleh empat bangsa besar ini di karenakan tempat dan
wilayah Mesopotamia yang strategis dan tanahnya yang subur karena di antara
sungai Eufrat dan Tigris. Selain karena wilayah Mesopotamia yang strategis dan
subur, bangsa-bangsa yang berkuasa tersebut memperebutkan wilayah ini karena
ingin memperluas wilayah kekuasaannya dan memonopoli bangsa-bangsa yang
dikalahkannya. Seperti halnya bangsa Barat dan Jepang yang memperebutkan
wilayah Nusantara ketika jaman kolonial.
7. Nifati_131314033:
Kapankah bangsa Akkadia mengenal tulisan.
Jawaban: Bangsa
Akkadia mulai mengenal tulisan setelah mereka mulai sadar bahwa aksara untuk
menulis bahasa mereka yaitu bahasa Arami sangatlah penting. Tidak ada sumber
yang menyebutkan secara konkret kapan bangsa ini mulai mengenal tulisan. Aksara
yang mereka pakai adalah tulisan paku yang dikenalkan oleh bangsa Sumeria. Ini
juga dikarenakan budaya Akkadia yang didominasi dari budaya Sumeria (budaya
Summer-Akkad).
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Sami. “Atlas
agama-agama” Jakarta: Almahira, 2010.
Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Jakarta, Sejarah Umum. Jakarta: 1979.
Matthews, Alfred Warren. “World
Religions” Third Edition Canada: Wadshworth Publishing Company,1999.
www.bible-history.com/historyofbabylonia/,
(di unduh tanggal 18 Februarri 2014).
Al-Kitab
Dick Teresi,Lost Discoveries (the







0 komentar:
Posting Komentar